Translate

Kamis, 25 September 2014

6 Syarat untuk Pencari Ilmu

“Tidak ada ilmu untuk orang – orang yang berpikir instan dan menghendaki hasil seperti mata yang dikedipkan”

Imam Syafi’i suatu ketika mengguba syair.Sebuah syair tentang para pencari ilmu dan syarat-syarat memperoleh ilmu.

Kata Imam Syafi’i,tidaklah mungkin ilmu didapat ,kecuali dengan enam syarat.Enam syarat itu adalah dzhaka,hirsh,ishtibar,bulghah,irysadu ustadzin dan thulu zaman.


Bagaimanapun,seorang pencari ilmu,kata Imam Syafi’i,haruslah memiliki dzaka/kecerdasan.Dzaka adalah syarat yang tidak dapat ditawar.Begitupula hirsh,seorang pencari ilmu harus pula memiliki semangat tinggi untuk belajar.Tanpa semangat seorang pencari ilmuhanya akan tenggelam dalam cita-cita palsunya yang tak pernah selesai dibangun .Kecerdasan dan semangat saja tak cukup untuk mendapatkan ilmu yang sempurna.
Para pencari ilmu harus membekali diri dengan ishtibarin/kesabaran yang luas seperti samudra.Karena,semangat tanoa kesabaran hanya akan membuat pencari ilmu mudah terjerembab dalam keputus asaan.

Selanjutnya,Imam Syafi’i juga mensyaratkan bhulgathin,modal atau bekal.Kemajuan ilmu pengetahuan,memang bukan tiba-tiba jatuh dari langit.Semua usaha dikerahkan,termasuk dana dalam pencarian,penelitian,dan sekian banyak percobaan.Dan unsur paling penting dalam syarat Imam Syafi’i adalah irsydul ustadzin,guru yang membimbing.Ilmu,memang bisa dicari tanpa ustadz/guru.Tapi guru dan pemimbing,tak akan pernah bisa tersingkir.Sebab,ilmu bukan hanaya soal matematika,tapi juga soal transfer akhlak,moral dan akidah.

Dan terakhir,kata Imam Syafi’i ,dalam ilmu pengetahuan,tak satu hal pun bersifat instan.Ilmu selalu membutuhkan thulu zaman,perjalanan waktu.Tak ada ilmu untuk orang-orang yang berpikir instan dan menghendaki hasil sperti mata yang dikedipkan.Tak ada ruang untuk orang yang selalu ingin hasil secepat kilat.

Cukupilah enam syarat seperti yang dicatat Imam Syafi’i.Janganlah berkurang,meski satu saja darinya.Sebab,semuanya mempunyai kaitan yang sangat erat.Dan terakhir dari semua usaha,tentu dengan tengadah tangan dan berlapang dada,memanjat doa.Semoga Allah,dengan ilmu yang kita dapat,memberikan kesempatan seluas-luasnua,sehingga bermanfaat bagi umat.
Dan memetik kemenangan,di dunia dan akhirat,Semoga Allah meringankan langkah para pencari Ilmu dan meridhoinya dengan cahaya yang benderang.


Dari buku “ Living Islam “ Herry Nurdi,hal 5-7