Translate

Senin, 07 Desember 2015

singkat

umur manusia terlalu singkat...
ataukah waktu yang terlalu cepat berlalu...
kehidupan di esok hari akankah senang atau sedih ?
akankah besok akan menjadi orang kaya atau miskin ?
biarlah yang terjadi esok untuk hari esok...
tetapi tidakkah lebih baik jika dari sekarang di persiapkan ?
karena belum ada kepastian akan berada di mana dirimu
apakah Allah merahmatimu untuk memasuki surga atau tidak ?
untuk apa kau sibukkan hari esok dengan dunia
bukankah Allah telah menakdirkan rizkimu ?
bukan berarti untuk hidup bermalas-malas
tetapi agar tidak bekerja berlebihan
karena akan menjadi kesiaan
akan berlalu hari penuh kemiskinan
akan berlalu hari penuh kekayaan
tetapi apakah di akhirat kelak
akan berlalu siksaan neraka ?
wahai diriku bersabarlah
tidakkah engkau merindukan wajahNya
maka janganlah kau dekati godaan dunia
yang membawamu ke kenikmatan sesaat
dan menjauhkanmu dari kebahagiaan kekal

Minggu, 06 September 2015

biarlah aku bersembunyi dalam kesendirian

jika tangisan mampu menyelesaikan semua masalah
maka aku akan selalu dan selalu menangis
jika tertawa mampu membawa kepada kebahagiaan
maka aku akan selalu tertawa dan tertawa

tetapi tidak...
walau aku telah menangis sebanyak mungkin
walau aku telah tertawa sesering mungkin
tetapi apa yang kuinginkan tak kudapatkan

sehingga jadilah aku seonggok daging
yang hidup segan tetapi mati tak mau
tak tau dengan tujuan kehidupan
dan semakin jau dari Sang Pencipta

entah kemana lagi ku kan melangkah
aku tak tau dan tak mengerti
biarlah aku bersembunyi dalam kesendirian

hingga kematian datang menghampiriku

Selasa, 30 Juni 2015

engkau islam di indonesia

engkau islam di indonesia mayoritas yang terminoritaskan...
sesuai sabda nabi memang,engkau banyak tetapi bagai bui dilautan...
ketika engkau menjadi yang terbanyak engkau kalah dan dikendalikan minoritas...
ketika engkau menjadi minoritas engkau lemah dan diperbudak oleh mayoritas...
Atas nama toleransi engkau biarkan kemaksiatan meracuni pemuda islam...
Atas nama budaya engkau biarkan kesyirikan merusak akidah umat islam...
tetapi Atas nama Allah ? engkau dimana ?
siapa yang salah ?oknum ULAMAkah atau dirimu ?...
mengapa begitu ? karena nafsu...
tetapi jika engkau ditanya mengapa engkau memasuki neraka
dan engkau jawab karena ulama,maka persiapkanlah menerima siksaan lain...
karena engkau tidak buta,engkau memiliki otak,engkau bisa membaca dan kewajibanmu adalah menuntut ilmu !!!
engkau bisa membaca buku hadist,engkau bisa membaca al-quran dan engkau bisa berpikir dan bisa membadingkan...
karena tidak semua ulama itu rusak,maka carilah ulama yang masih berpegang pada Al-quran dan hadist...
karena bukanlah hidayah itu akan selalu datang dengan sendirinya,jika engkau tidak mencarinya...
dan janganlah engkau menuhankan kebiasaanmu lebih dari kepatuhanmu terhdap perintah Tuhanmu...
karena bisa apakah engkau tanpa Allah ?

Minggu, 10 Mei 2015

dalam kebutaan

aku masih buta...
apakah bisa aku membimbing yang lain ?
tidak,pada akhirnya kebutaan membawa ke ketidak tahuan
kebingungan dan akhirnya jatuh kedalam lembah kemaksiatan

jika yang lain sibuk dalam dakwah
karena merasa telah dapat melihat dan mengerti
maka lanjutkanlah dan bimbinglah aku
tetapi jika engkau masih berada dalam kebutaan juga
maka bagaimana mungkin bisa membimbing
menuju jalan yang ingin ditempuh ?

terlalu mudah untuk hanya belajar dan belajar
tetapi pengaplikasian pembelajaran adalah kesusahan
jika keyakinan akan ilmu yang diperoleh hampa
dan hati yang hampa terusak oleh nafsu,nafsu dan nafsu

Kamis, 16 April 2015

kelompok sejarah

Engkau tau tetapi engkau diam
Keheningan lama pun menghampiri
aku yang tak tau memberanikan diri tuk menjawab
Pikirku yang kukatakan adalah sebuah kebohongan
tetapi semua mengamini,yang tau pun terdiam tak membantah
dan pada akhirnya semua berakhir dengan indah...
indah untuk dijadikan pelajaran bagi orang lain...
tetapi laknat bagi pelakunya...
Semua mencari penyalahan dan menyalahkan yang lain
tetapi mengoreksi diri sendiri pun tak pernah dan tak mau
jika ada yang berkata ini sesuai dengan jaman dan budaya
maka apakah jaman dan budaya itu hasil dari proses
ataukah sudah ketetapan ?
Karena pada akhirnya bukan kelompok yang mengubah sejarah
tetapi individu yang berubahlah yang menjadi pengubah jaman
karenanya kita mengenal lebih banyak tokoh sejarah
dibandingkan kelompok sejarah

ah dunia

Menghilang lah sudah rasa cinta...
hanyalah nafsu yang tersisa...
rasa malu mulai menghilang...
digantikan kemaluan yang diumbar...
ah dunia sungguh banyak pengikutmu hari ini...
menjauh atau dekat tetap saja fitnahmu menghampiri...
engkau masukkan dalam jiwa ini untuk mencintaimu...
yang berarti menjunjung tinggi hawa nafsu...
Dan hilanglah cinta yang sebenarnya...

Minggu, 22 Maret 2015

ah,dunia...

ah dunia...
aku terlalu malas denganmu...
tetapi karenamulah juga
aku malas untuk mengejar akhirat...
aku malas merubah diri dan dunia ini...

apa impianku ?
impianku sesuai dengan apa yang ku mimpikan
menajdi pemimpin yang membuka pintu
untuk bangkitnya fase ke lima Islam
tetapi mungkin ini hanyalah impian kosong saja

Kamis, 05 Maret 2015

rindu,rindu,rindu

rinduku padamu
laksana air bah
penuh dan memenuhi
hatiku yang kecil ini

rindu,rindu,rindu
entah kapan dapat bertemu
untuk melepas kerinduan
yang terus bertumpuk

detik yang berlalu
menambah berat kerinduan
tuk ingin berjumpa denganmu
wahai cinta dalam hatiku

Kamis, 29 Januari 2015

engkau ... kepada siapa ?

engkau malu kepada siapa ? 
dan engkau takut kepada siapa ?
jika kau malu kepada manusia
lebih malulah jika melakukan hal yang dilarang Allah...
jika kau takut kepada manusia
lebih takutlah akan azab Allah yang menantimu di akhirat...


engkau cinta kepada siapa ?
dan engkau rindu kepada siapa ?
jika kau cinta kepada manusia
lebih cintalah kepada Allah yang telah memberimu kenikmatan...
jika kau rindu kepada manusia
lebih rindulah kepada Allah yang telah menciptakanmu...

meninggalkan kecintaanmu

apa yang kau cari dari cinta ?
bukankah ia ada karena pertemuan ?
dan terjadi karena pengenalan ?
lalu kenapa kau permasalahkan cinta ?

apakah cinta kepada mahluk lebih baik ?
ketimbang mencintai Sang pencipta Mahluk itu ?
lalu mengapa engkau melanggar laranganNya
dengan alasan mencintai ciptaanNya ?

nafsu,nafsu,nafsu...
sampai kapan engkau akan dijajah olehnya ?
engkau tau ia takkan terpuaskan
dan ia selalu meminta lebih,lebih dan lebih

apakah yang menghalangi mu untuk berhenti ?
janganlah kau dengarkan ucapan setan yang berkata
"sudah ini yang terakhir,lakukanlah itu tidak akan apa-apa"
tetapi tetap saja engkau masih dalam kubangan kemaksiatan

mulailah meninggalkan kecintaanmu
kepada apa yang nafsumu dan setan bisikkan kepadamu
karena apa yang kau hadapi sekarang hanyalah ujian
dan akhirat adalah akhir dan penentuan untukmu
karenanya janganlah terpengaruh oleh gemerlap dunia
dan bisikan-bisikan yang mengajakmu mendurhakaiNya

sedikit tanya jawab tentang jabat tangan dan salam

1.sering terjadi di negri kira,murid laki-laki berjabat tangan dan bahkan mencium tangan ibu guru.Atau sebaliknya,seorang murid wanita berjabat tangan atau bahkan mencium tangan bapak guru.Apa hukum perbuatan tersebut ?

jawab : Rasullulah tidak pernah menyentuh tangan wanita.Diriwayatkan dari Umaimah binti Ruqaiqah,bahwa RasuLulluah bersabda :
....sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita (shahi ini Hibban X/417 no 4553

dalam Silsilah ashShaiihah (no 2804,asyaamilah) dimuat hadist :
"setaip anak Adam terkena zina,tidak bisa tidak.Maka mata,zinanya dengan memandang(yang terlarang).Tangan,zinanya dengan menyentuh.Hawa nafsu berkeinginan dan berangan-angan.Kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya."
mengomentari hadist ini ,Syaiikh al-Albani berkata dalam as-Silsilah ash-Shahiihah(VI/720):"dalam hadist ini terdapat dalil yang jelas mengenai haramnya berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram memandangnya,dan hal ini termasuk sebagian dari bermacam-macam zina..."
ketentuan diatas berlaku umum untuk laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.Apakah itu guru dengan murid,atau yang lainnya.

2.bagaimana dengan hukum mencium tangan ?
jawab : dalam as-Silsilah ash-shaiiha(I/159),asy-syamilah,syaikh al-Albani berkata,"dalam hal mencium tangan ,maka terdapat hadist-hadist dan atsar yang banyak ,yang semuanya shaih dari Nabi.Maka kami berpendapat tentang bolehnya mencium tangan seorang alim,jika memnuhi syarat seperti berikut :

pertama :tidak menjadi kebiasaan,sehingga seorang yang alim (kyai,ustadz,tokoh agama) menyodorkan tangannya kepada muridnya,dan murid2nya pun terbiasa ngalap berkah dengan cium tangan tersebut.Hal ini karena,RasuLullah sendiri ,meskipun pernah tangan beliau dicium,akan tetapi hal itu jarangterjadi.Jika demikian keadaannya,maka cium tangan kepada orang alim ini tidak boleh dijadikan suatu kebiasaan yang dilakukan terus menerus,sebagaimana yang diketahui dari kaidah-kaidah fiqih.

kedua :jangan sampai cum tangan tersebut menajadikan seorang alim menjadi sombong kepada yang lainnya,dan merasa bangga diri,sebagaimana yang terjadi pada sebagian para ustadz di masa sekarang.

ketiga :Cium tangan tersebut jangan sampai menghilangkan sunnah yang maklum seperti jabatan tangan.Karena jabat tangan itu disyariatkan dengan perbuatan Nabi.Dan jabat tangan tersebut menjadi penyebab gugurnya dosa-dosa dua orang yang berjabat tangan,sebaimana yang diriwayatkan lebih dari satu hadist.Maka jabat tangan ini tidak boleh digeser atau ditinggalkan ,hanya karena ingin melakukan suatu perkara(cium tangan) yang ststus hukumnya hanya sekedar dibolehkan saja.

7.Bagaimana hukum mengucapkan salam kepada lain jenis ?
jawab : Imam muslim meriwayatkan bahwa Ummu Hani binti Abi Thalib datang kepada Nabi di hari pembebasan kota Mekkah.Saat itu beliau sedang mandi ditutupi oleh Fathimah.Lalu Ummu Hani mengucapkan salam kepada Beliau.
 Dari 'Atha al-Khurasani,Ibnul Jauzi meriwayatkan sabda Nabi:;
"wanita tidak boleh mengucapkan salam dan tidak boleh diucapkan salam atas mereka"[hadist ini didhaifkan oleh syaikh al-Albanidalam dhaiiful Jaami(no.4920)].
berdasarkan hadist ini sekelompok ulama melarang salam kepada lain jenis secara mutlak.Akan tetapu mayoritas ulama berkata " Jika dikhawatirkan fitnah maka tidak boleh mengucapkan salam atau menjawab salam...Adapun jika tidak dikhawatirkan fitnah maka tidak mengapa,seperti mengucapkan salam kepda nenek-nenek dan wanita yang termasuk mahram.Ini berdasarkan hadist Ummu Hani yang telah disebutkan.

hal diatas adalah hukum mengucapkan salam antara seorang laki-laki kepada seorang wanita atau sebaliknya.Adapun mengucapkan salam kepada sekelompok wanita,maka hal ini boleh,bahkan ada yang mengatakan dianjurkan.Dan menjawabnya pun diwajibkan.Hal ini karena aman dari fitnah...

Adapun sekelompok laki -laki mengucapkan salam kepada seorang perempuan,maka hal ini terlarang,kecuali apabila aman dari fitnah,seperti wanita tersebut nenek-nenek.Dalilnya adalah :Para sahabat ,di perjalanan sepulang sholat jum'at ,mereka bertemu dengan seorang nenek2,maka mereka mengucapkan salam kepadanya,dan wanita itu menyediakan makanan...Hadist ini diriwayatkan Imam al-Bukhari.

kebolehan yang dimaksud adalah semata-mata mengucapkan salam,bukn berjabat tangan.Adapun berjabat tangan maka hal itu terlarang.Hal ini karena RasuLullah tidak menjabat tangan para wanita yang berbaiat kepada beliau,padahal bai'at itu lebih penting dari sekedar penghormatan semata.Dan RasuLullah menegaskan bahwa tangan dikatakan berzina dengan menyentuh wanita yang tidak halal baginya...[fatawaa al-Azhar(X/181),asy-syaamilah).

dari buku adab bertemu,salam dan jabat tangan ...Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah...

tentang takdir

sesungguhnya engkau memiliki takdir,tetapi engkau tak mengetahui bagaimana takdirmu itu...
dan janganlah engkau menjadikan takdir sebagai alasan,sebagaimana orang -orang musyrik berkata :

"orang-orang yang mempersekutukan Tuhan,akan mengatakan:'Jika Allah menghendaki,niscaya kami tidak akan mempersekutukannNya,begitu pula nenek moyang kami dan tidak pula kami mengharamkan apapun.'"(Qs.Al-an'am:148)
Dan mereka berkata,"sekiranya Allah Yang Maha pengasih menghendaki,tentulah kami tidak akan menyembah mereka(malaikat)."Mereka tidak mempunyai ilmu sedikitpun tentang itu.Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.(Qs.Az-Zukhruf:20)
karenanya tetaplah berusaha,
janganlah menjadikan takdir sebagai alasan,
padahal engkau tak tau sendiri bagaimana takdirmu...
walau begitu janganlah hanya mengejar dunia dan janganlah takut akan kemiskinan wahai diriku...
ingatlah rezeki seseorang telah diatur dan seseorang pasti akan di berikan sesuai dengan apa yang ditakdirkan untuknya,tetapi tetaplah tawwakal,sebab engkau masih memerlukan makan dan minum...